Mama.. wanita dengan penampilan sederhana yang tidak pernah
menjadi sosok yang sederhana di mata
saya. Mama lebih dari sekedar sederhana, mama luar biasa.
Mama yang tidak pernah mengatakan dia menyayangi saya secara
langsung, mama yang tidak pernah memanggil saya dengan panggilan romantis, mama
yang tidak pernah berlaku ekspresif tentang kasih sayangnya terhadap saya. Tapi
biarpun begitu, saya merasakannya, merasakan kasih sayangnya yang begitu luar
biasa.
Mama itu sosok yang lucu. Mama tidak pernah gagal membuat
seisi rumah tertawa tentang celetukan celetukannya. Meskipun kadang memang
jayus hehe tetapi dibalik sosok humorisnya mama terkadang merupakan sosok yang
sensitif. Saya sering mendapati mama menangis sehabis sholat, atau menangis
saat bercerita tentang sesuatu.
Mama merupakan orang yang paling membela saya saat ada orang
yang menyakiti saya. Saya masih ingat saat saya patah hati betapa dia marah
sambil berkata “jangan berhubungan sama dia lagi. Kalo dia kesini, mama usir
dia!” bagaimana dia menasehati saya dengan amarah yang mungkin memuncak, tapi
berusaha mama tahan demi menjaga perasaan saya. Betapa dia sangat marah saat
ada orang yang memfitnah saya, tapi pada akhirnya dia juga yang mengajarkan
saya untuk pasrah dan menyerahkan semuanya pada Allah. Mama yang selalu berkata
“kakak makanya berdoa. Kekuatan doa itu dahsyat kak” ya, mama selalu
mengingatkan saya untuk berdoa, apapun kondisinya, apapun situasinya.
Dulu setiap saya berangkat sekolah, di meja makan sudah
selalu tersedia sarapan untuk papa, saya dan adik adik. Kata mama “perut kalian
harus keisi, supaya bisa menyerap pelajaran” memang mungkin masakan yang
sederhana, tapi itulah beliau, begitu perhatian. Selesai saya mandi dan siap
siap, dimeja makan sudah tersedia sarapan, teh, air putih, susu dan vitamin
untuk saya. Iya, semua mama yang menyiapkan.
Saya ingat betul, mama pernah berpesan “kakak jangan pacar
pacaran ya” mungkin saat itu mama menyadari bahwa saya sedang dekat dengan
seseorang tapi mama melarang karena saat itu saya masih sekolah, mungkin
menurut mama belum waktunya. Tapi setelah saya memasuki masa kuliah dan hidup
merantau, justru dia yang sibuk menanyakan tentang siapa kekasih saya, katanya
“kakak kalo ada yang ngedeketin bilang mama ya”
Mama yang selalu percaya akan saya, yang selalu menyerahkan
semua keputusan yang saya ambil tetap berada ditangan saya. Mama tidak pernah
mendikte saya. Dia hanya akan memberi saran dan pandangan. Begitupun saat saya
memilih kuliah apa dan jurusan apa dan ternyata saya harus kuliah jauh dari
rumah. Waktu itu saya juga sebenarnya sudah diterima di dinkes jurusan analisis
kesehatan, yang dekat dengan rumah tapi karena mungkin mama ingin saya menjadi
sarjana jadi dia mengikhlaskan saya untuk kuliah di unsoed. Tapi saya tau, mama
menangis saat mengantar saya ke purwokerto, mama menangis saat malam terakhir
menemani saya disini, dan saat mama pulang, mama meninggalkan sebuah surat
untuk saya. Ya betapa mungkin mama berat melepas anak gadisnya yang manja untuk
hidup sendirian. Tapi mama tenang ya, kakak sekarang bahagia disini. Banyak
orang yang sayang sama kakak kok J
Mama yang merupakan lulusan diploma akutansi yang harus rela
menjadi ibu rumah tangga demi merawat anak-anaknya sepenuhnya. Mama dilarang
bekerja oleh papa, dan akhirnya mama hanya dirumah merawat anak-anak, dan
alhamdulillah semua anak-anaknya merasakan kasih sayangnya yang luar biasa. Dia
standby 24jam untuk anak-anaknya.
Mama ga pernah meminta banyak. Mama Cuma mau melihat kakak
sukses dan bahagia kan? Mama selalu bilang “kakak kuliah deh yang bener” iya
ma, insyaallah ya kakak kuliah yang bener terus jadi orang yang sukses. Doain
kakak ya, ma..
I love you, ma..