Kepada kamu, yang merasa mungkin surat ini ditujukan untuk
kamu.
Apa kabar? Ah,
sapaan yang mungkin terasa begitu klise. Mengingat sebelumnya kita tidak pernah
melewatkan satu hari pun tanpa kabar. Bahkan ada masanya kita setiap hari
bertatap muka, bercerita, tertawa dan saling dekap. Tapi yasudah, ada masa yang
memang harus dikenang saja, tersenyum lalu menerawang sendu sesudahnya.