30/11/15

Tulisan terakhir untuk dia yang pertama

Kepada kamu, yang merasa mungkin surat ini ditujukan untuk kamu.
Apa kabar? Ah, sapaan yang mungkin terasa begitu klise. Mengingat sebelumnya kita tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa kabar. Bahkan ada masanya kita setiap hari bertatap muka, bercerita, tertawa dan saling dekap. Tapi yasudah, ada masa yang memang harus dikenang saja, tersenyum lalu menerawang sendu sesudahnya.