18/11/12

MOMMY!



Mama.. wanita dengan penampilan sederhana yang tidak pernah menjadi  sosok yang sederhana di mata saya. Mama lebih dari sekedar sederhana, mama luar biasa.
Mama yang tidak pernah mengatakan dia menyayangi saya secara langsung, mama yang tidak pernah memanggil saya dengan panggilan romantis, mama yang tidak pernah berlaku ekspresif tentang kasih sayangnya terhadap saya. Tapi biarpun begitu, saya merasakannya, merasakan kasih sayangnya yang begitu luar biasa.
Mama itu sosok yang lucu. Mama tidak pernah gagal membuat seisi rumah tertawa tentang celetukan celetukannya. Meskipun kadang memang jayus hehe tetapi dibalik sosok humorisnya mama terkadang merupakan sosok yang sensitif. Saya sering mendapati mama menangis sehabis sholat, atau menangis saat bercerita tentang sesuatu.
Mama merupakan orang yang paling membela saya saat ada orang yang menyakiti saya. Saya masih ingat saat saya patah hati betapa dia marah sambil berkata “jangan berhubungan sama dia lagi. Kalo dia kesini, mama usir dia!” bagaimana dia menasehati saya dengan amarah yang mungkin memuncak, tapi berusaha mama tahan demi menjaga perasaan saya. Betapa dia sangat marah saat ada orang yang memfitnah saya, tapi pada akhirnya dia juga yang mengajarkan saya untuk pasrah dan menyerahkan semuanya pada Allah. Mama yang selalu berkata “kakak makanya berdoa. Kekuatan doa itu dahsyat kak” ya, mama selalu mengingatkan saya untuk berdoa, apapun kondisinya, apapun situasinya.
Dulu setiap saya berangkat sekolah, di meja makan sudah selalu tersedia sarapan untuk papa, saya dan adik adik. Kata mama “perut kalian harus keisi, supaya bisa menyerap pelajaran” memang mungkin masakan yang sederhana, tapi itulah beliau, begitu perhatian. Selesai saya mandi dan siap siap, dimeja makan sudah tersedia sarapan, teh, air putih, susu dan vitamin untuk saya. Iya, semua mama yang menyiapkan.
Saya ingat betul, mama pernah berpesan “kakak jangan pacar pacaran ya” mungkin saat itu mama menyadari bahwa saya sedang dekat dengan seseorang tapi mama melarang karena saat itu saya masih sekolah, mungkin menurut mama belum waktunya. Tapi setelah saya memasuki masa kuliah dan hidup merantau, justru dia yang sibuk menanyakan tentang siapa kekasih saya, katanya “kakak kalo ada yang ngedeketin bilang mama ya”
Mama yang selalu percaya akan saya, yang selalu menyerahkan semua keputusan yang saya ambil tetap berada ditangan saya. Mama tidak pernah mendikte saya. Dia hanya akan memberi saran dan pandangan. Begitupun saat saya memilih kuliah apa dan jurusan apa dan ternyata saya harus kuliah jauh dari rumah. Waktu itu saya juga sebenarnya sudah diterima di dinkes jurusan analisis kesehatan, yang dekat dengan rumah tapi karena mungkin mama ingin saya menjadi sarjana jadi dia mengikhlaskan saya untuk kuliah di unsoed. Tapi saya tau, mama menangis saat mengantar saya ke purwokerto, mama menangis saat malam terakhir menemani saya disini, dan saat mama pulang, mama meninggalkan sebuah surat untuk saya. Ya betapa mungkin mama berat melepas anak gadisnya yang manja untuk hidup sendirian. Tapi mama tenang ya, kakak sekarang bahagia disini. Banyak orang yang sayang sama kakak kok J
Mama yang merupakan lulusan diploma akutansi yang harus rela menjadi ibu rumah tangga demi merawat anak-anaknya sepenuhnya. Mama dilarang bekerja oleh papa, dan akhirnya mama hanya dirumah merawat anak-anak, dan alhamdulillah semua anak-anaknya merasakan kasih sayangnya yang luar biasa. Dia standby 24jam untuk anak-anaknya.
Mama ga pernah meminta banyak. Mama Cuma mau melihat kakak sukses dan bahagia kan? Mama selalu bilang “kakak kuliah deh yang bener” iya ma, insyaallah ya kakak kuliah yang bener terus jadi orang yang sukses. Doain kakak ya, ma..
I love you, ma..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar