15/01/13

From Jogja with love


Disalah satu sudut kota jogjakarta, ada cerita tentang aku dan kamu. Sepasang muda-mudi yang sedang saling merajut, menggenggam tangan dan menganggumi satu sama lain. Bergandengan menyusuri malioboro, tersenyum, bercanda dan sesekali saling menatap tanpa berbicara apa-apa. Menikmati keheningan antara aku dan kamu ditengah keramaian kota jogja.

Disana ada sebuah kejujuran, kepasrahan dan romantisme yang tidak ingin terlepas. Mencoba peruntungan berjalan ditengah beringin kembar dengan penuh harap. Harapan kita saat itu hanya satu, tidak ingin kehangatan ini terhempas.


Dikota itu, ditempat itu, ada setangkai bunga yang kamu berikan untukku saat aku membuka mata. Ya, untuk aku yang saat itu bukan siapa-siapa kamu. Meski aku tidak berhasil berjalan diantara beringin itu, tapi tidak apa, masih ada kamu dan bunga itu.

Duduk berdua diatas bangunan keraton putih, menatap pawai, hanya duduk menikmati waktu, berdua saja. Menikmati genggam tanganmu yang terasa begitu hangat. Rasa hangat yang terlalu pekat untuk tak kita rasa, namun juga terlalu fana untuk berharap.

Dibahumu aku bersandar karena kelelahan. Kamu hanya menatap dan tidak mengeluarkan sepatah kata, hanya tersenyum dan mengusap kepalaku begitu lembut. Aku sering meragu, namun tatapan itu seakan berbicara dan meyakinkan, kita akan baik baik saja dan melewati ini semua bersama.

Di Jogjakarta ada cinta yang terus dipupuk tumbuh.
Dan rasa itu masih tetap sama hingga kemarin kita kembali kesana.
Jogjakarta, tempat aku dan kamu mengukir sebuah cerita ditengah keramaian kota.
Jogjakarta.. kita kembali lagi membawa rasa itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar