30/11/15

Tulisan terakhir untuk dia yang pertama

Kepada kamu, yang merasa mungkin surat ini ditujukan untuk kamu.
Apa kabar? Ah, sapaan yang mungkin terasa begitu klise. Mengingat sebelumnya kita tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa kabar. Bahkan ada masanya kita setiap hari bertatap muka, bercerita, tertawa dan saling dekap. Tapi yasudah, ada masa yang memang harus dikenang saja, tersenyum lalu menerawang sendu sesudahnya.
Entah apa yang salah. Kita pernah mengharapkan hubungan yang hanya dipisahkan oleh maut, tapi apa? Ternyata kita menyerah begitu saja saat keadaan tidak seperti apa yang kita inginkan. Dan sekarang ini lah kita, menjadi dua orang asing yang tidak ingin tahu satu sama lain.
Ah sudahlah. Aku tidak ingin menulis banyak disini. Aku cukup mengenalmu, cukup kenal hingga aku tau kamu tidak akan peduli hal ini. Cukup kenal hingga aku tau kamu tidak akan membaca tulisan ini.
Karena itu lah aku menulis, aku tau, kamu tidak akan membacanya. Jadi tidak masalah kan? Aku hanya ingin menulis saja, kamu tau kan aku suka menulis?
Bagaimanapun dan dimanapun kamu, semoga kamu selalu dijagaNya baik.

Well, mungkin ini akan menjadi tulisan terakhirku tentang kamu. Sudah ya, ada seseorang yang mungkin menunggu balasan pesanku disana..seperti kamu dulu. :)

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus