Lagi musim nikah ya hehe. Ya begitulah, entah kenapa
belakangan ini banyak orang disekitar saya yang memutuskan untuk melepas masa
lajang dan membina rumah tangga di usia yang bisa dibilang.. cukup muda. Entah keberanian
macam apa yang dimiliki oleh mereka sehingga mengambil keputusan untuk menikah
saat masih kuliah atau baru saja memakai toga. Tapi saya tetap turut
berbahagia. Mereka pasti sudah memikirkan matang-matang segala baik buruknya,
toh menikah juga merupakan ibadah kan?
Bagaimana dengan saya? Iya, saya memang sempat berfikir
untuk menikah di usia muda. Saya pikir menyenangkan jika anak saya nanti
usianya tidak terpaut terlalu jauh dengan saya. Tapi... itu dulu. Sekarang saya
malah berfikir, jika saya menikah muda... mampukah saya? Mampukah saya tidak
membebani orang tua dengan masalah financial keluarga saya? Mengingat tidak ada
pekerja berusia muda yang memiliki gaji berlebih. Mampukah saya mendidik anak
saya nanti dengan mental yang saya miliki sekarang? Mampukah saya untuk
memendam ego saya dan patuh sepenuhnya pada suami saya? Mampukah saya melayani
suami saya dengan baik? Mampukah? Dan saat saya bertanya itu semua pada diri
saya, yang saya temukan hanyalah sebuah kata; belum.
Bagi saya menikah bukan perkara umur, tapi perkara kesiapan.
Dan kesiapan seseorang itu berbeda-beda. Mungkin ada yang siap di umur 20
tetapi bahkan ada yang sampai umur 30 belum tergerak hatinya untuk membina
rumah tangga. Jika nanti saya menikah, saya ingin disaat saya benar-benar siap.
Siap lahir batin dan siap sepenuhnya lepas dari orang tua. Kenapa lepas dari
orang tua butuh kesiapan? Karena meninggalkan rumah bukan perkara yang mudah
bagi seorang anak perempuan. Siapapun pria yang nanti membawa saya pergi dari
rumah, dia pasti pria hebat yang mampu meyakinkan kedua orang tua saya.
Ah, udahlah rin.. segala ngomongin nikah, pake toga aja
belom! -______-
![]() |
| Can we get an 'ameen' ? :) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar