Kepada kamu, yang merasa mungkin surat ini ditujukan untuk
kamu.
Apa kabar? Ah,
sapaan yang mungkin terasa begitu klise. Mengingat sebelumnya kita tidak pernah
melewatkan satu hari pun tanpa kabar. Bahkan ada masanya kita setiap hari
bertatap muka, bercerita, tertawa dan saling dekap. Tapi yasudah, ada masa yang
memang harus dikenang saja, tersenyum lalu menerawang sendu sesudahnya.
Entah apa yang
salah. Kita pernah mengharapkan hubungan yang hanya dipisahkan oleh maut, tapi
apa? Ternyata kita menyerah begitu saja saat keadaan tidak seperti apa yang
kita inginkan. Dan sekarang ini lah kita, menjadi dua orang asing yang tidak
ingin tahu satu sama lain.
Ah sudahlah. Aku tidak
ingin menulis banyak disini. Aku cukup mengenalmu, cukup kenal hingga aku tau
kamu tidak akan peduli hal ini. Cukup kenal hingga aku tau kamu tidak akan
membaca tulisan ini.
Karena itu lah aku
menulis, aku tau, kamu tidak akan membacanya. Jadi tidak masalah kan? Aku hanya
ingin menulis saja, kamu tau kan aku suka menulis?
Bagaimanapun dan
dimanapun kamu, semoga kamu selalu dijagaNya baik.
Well, mungkin ini akan
menjadi tulisan terakhirku tentang kamu. Sudah ya, ada seseorang yang mungkin
menunggu balasan pesanku disana..seperti kamu dulu. :)
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus