Katamu, bercanda denganku,
berbincang dan berbagi cerita denganku merupakan salah satu dari sekian banyak
hal favoritmu. Katamu, kamu membenci
pagi tapi bisa saja tidak, jika aku menyapa pagimu. Ya memang tidak susah kok
mengucapkan selamat pagi, mbak-mbak swalayan saja melakukannya. Aku
berhasil melakukannya beberapa kali kan? Walau tidak setiap pagi dan kamu pun tidak
setiap saat butuh itu.
23/04/16
21/01/16
In the end, people will judge you
Ntah beberapa hari
yang lalu ada salah seorang temen gue yang komen mengenai perubahan yang
terjadi pada diri gue, yep belakangan ini i lost 2kilos. Dikit sih emang, tapi
ntah kenapa sedikit banyak orang sekitar gue pada sadar, dan temen gue pun
nyeletuk “Jangan kurus kurus ih, ntar disangka ga bahagia!” Oke emang temen gue ini ga bermaksud apa apa,
celetukan asal aja. Tapi akhirnya gue jadi mikir, oh gosh gendut dikatain dan
kurusan malah diomelin hahaha
Dan sebenernya ada
banyak sih hal yang gue rasain bikin ohmygod serba salah...
17/12/15
Semua orang pernah patah hati,and all you have to do are...
Mungkin benar, salah
satu hal tersulit adalah melepaskan. Merelakan. Menyusun kembali kepingan dari
hati yang patah. Dan memang hal itu bukan perkara mudah.
Namun, hidup tetap
harus berjalan kan? Dan kamu, mungkin hanya harus terus tersenyum. Meski mungkin
sekarang senyum itu bukan karena dia.
12/12/15
Dear, acne...
Kalo udah bicara
masalah muka jerawat, bekas jerawat, flek ataupun lain sebagainya kayanya udah
jadi masalah yang sensitip pisan yah di kalangan perempuan. Saya pribadi
memiliki kulit yang cenderung berminyak dan sensitif. Sensitif maksud saya disini
ya mudah berjerawat. Pengalaman saya, jerawat paling parah itu ada di setiap
ujian menjelang kelulusan, and yeah..berasa anak pinter banget yah kesannya
belajar sampe ga sempet ngurus muka hehe. Tapi serius, setiap kelas 9, 12 dan
skripsi, jerawat saya panen. Super duper parah banget sekali pisan lah. Sampai waktu
skripisi saya mulai malas keluar keluar karena pasti ditanya, “arin kapan
lulus? Arin mukanya kenapa?” *SIGH*
30/11/15
Tulisan terakhir untuk dia yang pertama
Kepada kamu, yang merasa mungkin surat ini ditujukan untuk
kamu.
Apa kabar? Ah,
sapaan yang mungkin terasa begitu klise. Mengingat sebelumnya kita tidak pernah
melewatkan satu hari pun tanpa kabar. Bahkan ada masanya kita setiap hari
bertatap muka, bercerita, tertawa dan saling dekap. Tapi yasudah, ada masa yang
memang harus dikenang saja, tersenyum lalu menerawang sendu sesudahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)